Khasiat Dzikir Shalawat

Khasiat Dzikir Shalawat Shallallahu ‘Ala Muhammad

Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.

  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu